Hetalia: Axis Powers - Sealand

Contoh Narrative Text

Senin, 02 November 2015





A Mouse and A Lion


  


Once, as a lion lay sleeping in his den, a naughty little mouse ran up his tail, onto his back, up his mane and danced and jumped on his head, so that the lion woke up.

lion angry grabbed the mouse and, holding him in his large claws, roared in anger. 'How dare you wake me up! Don't you know that I am King of the Beasts? Anyone who disturbs my rest deserves to die! I shall kill you and eat you!'

The terrified mouse, shaking and trembling, begged the lion to let him go. 'Please don't eat me Your Majesty! I did not mean to wake you, it was a mistake. I was only playing. Please let me go - and I promise I will be your friend forever. Who knows but one day I could save your life?'

The lion looked at the tiny mouse and laughed. 'You save my life? What an absurd idea!' he said scornfully. 'But you have made me laugh, and put me into a good mood again, so I shall let you go.' And the lion opened his claws and let the mouse go free.

'Oh thank you, your majesty,' squeaked the mouse, and scurried away as fast as he could.

A few days later the lion was caught in a hunter's snare. Struggle as he might, he couldn't break free and became even more entangled in the net of ropes. He let out a roar of anger that shook the forest. Every animal heard it, including the tiny mouse.

The mouse was rushing to the source of its roar and he found the lion was powerless. The mouse then bit the rope that cought the lion so that the lion can escape from the trap. The lions are very grateful to the mouse, and they became friends best forever.

Moral: Even a small help would be very meaningful.

Laporan Hasil Studitur

Minggu, 01 November 2015



Monumen Nasional



Hari Sabtu 8 November kami diberi tips dan pengarahan tentang Studitur oleh JULIA TOUR. Kemudian saya mempersiapkan pakaian dan lain lain untuk dibawa pada saat Studiur. Dan tidak lupa mebeli makanan ringan untuk cemilan di dalam bus. Sore pukul 15.00 WIB pada hari Senin 10 November semua kelas VIII SMP NEGERI 1 AJIBARANG sudah berkumpul di sekolah. Kami akan berangkat Studitur pukul 16.00 WIB dari sekolah dengan tujuan ke Jakarta-Bandung.
Tepat pukul 16.00 WIB bus pun berangkat ke Jakarta. Bus yang digunakan sekolah kami adalah bus SATRIA MUDA yang berjumlah 5 bus. Sekitar pukul 19.00 WIB bus memasuki Rumah Makan Pring Sewu di Jalan Banjar, Majenag, Wanareja km 10 untuk beristirahat. Saya dan teman-teman pun turun dari bus untuk beristirahat sebentar. Waktu istirahat juga saya gunakan untuk sholat maghrib dan isya dan tak lupa makan malam disana. Bus pun melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.
Sesampai di Jakarta hari masih pagi sekitar pukul 03.00 WIB, kami langsung menuju ke penginapan Wisma DEPSOS di jalan Dewi Sartika No.200 Cawang. Disana saya gunakan untuk mandi dan sholat subuh. Jam 06.00 pagi semua siswa makan pagi karena jam 07.00 WIB harus berangkat ke Taman Mini Indonesia Indah. Di Taman Mini kami berkeliling menggunakan fasilitas yang ada dan kami semua mengunjungi PP IPTEK. Jam menunjukan pukul 12.30 WIB, kami semua bersiap-siap berangkat ke Epicentrum untuk mengikuti acara Pesbukers yang dimeriahkan oleh artis Raffi Ahmad dan lainnya. Pukul 17.30 WIB acara selesai, kami semua kembali ke penginapan Wisma Depsos untuk beristirahat dan besok pagi kami semua akan ke Monas, Ancol dan Dufan.
Pada hari Rabu pagi sekitar pukul 08.00 WIB kami berangkat ke Monas. Disana saya sangat kagum melihat Monumen kebanggaan Indonesia. Karena ada sesuatu hal kami tidak dapat masuk ke Monas, kami hanya menikmati dari jarak yang tidak terlalu jauh. Monas atau Monumen Nasional merupakan icon kota Jakarta. Terletak di Pusat kota Jakarta, menjadi tempat wisata dan pusat Pendidikan yang menarik bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Monas didirikan pada tahun 1959 dan diresmikan dua tahun kemudian pada tahun 1961.
Monas mulai dibangun pada bulan Agustus 1959. Keseluruhan bangunan Monas dirancang pleh para Arsitek Indonesia yaitu Soedarsono, Fredirich Silaban, dan Ir. Roosene. Pada tanggal 17 Agustus 1961, Monas diresmikan oleh Presiden Soekarno. Dan mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 12 Juli 1975.
Sedangkan wilayah Taman Hutan kota di sekitar Monas dahulu dikenal dengan nama Lapangan Gambir. Kemudiansempat berubah nama beberapa kali menjadi Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas dan kemudian menjadi Taman Monas.
Monas dibangun setinggi 132 meter dan berbentuk Lingga Yoni. Seluruh bangunan ini dilapisi oleh Marmer. Di bagian puncak terdapat Cawan yang diantaranya terdapat Lidah Api dari perunggyu yang tingginya 17 meter dan diameter 6 meter dengan berat 14,5 ton. Lidah Api ini dilapisi Emas sebesar 145 kg. Lidah Api Monas terdiri atas 77 bagian yang disatukan.
Peralatan Puncak luasnya 11x11 m. Untuk mencapai pelataran puncak, pengunjung bisa menggunakan lift dengan lama perjalanan sekitar 3 menit. Di sekeliling lift terdapat tangga darurat. Dari pelataran puncak Monas, pengunjung bisa melihat gedung-gedung Pencakar langit di kota Jakarta. Dan dapat melihat Gunung Salak di Jawa Barat maupun Laut Jawa dengan kepulauan Seribu.
Pelataran Bawah luasnya 45x45 m. Tinggi dasar Monas ke pelataran bawah yaitu 17 meter. Di bagian ini dapat melihat Taman Monas yang merupakan hutan kota yang indah. Di bagian bawah Monas terdapat sebuah ruangan untuk yang luas yaitu Moseum Nasional. Tingginya yaitu 8 meter. Museum ini menampilkan sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia. Luas dari Museum terdapat 12 diorama (jendela peragaan) yang menampilkan sejarah Indonesia dari jaman kerajaan-keraajaan nenek moyang moyang Bangsa Indonesia hingga G30/SPKI.
Tak terasa hari sudah siang, kami semua melanjutkan perjalanan ke Ancol. Disana ada beberapa wahana yang dapat dinikmati pengunjung antara lain wahana pertunjukan Beruang Madu, Lumba-lumba, Singa Laut dan dapat menikmati 4 Dimensi. Setelah itu kami melanjutkan ke Dufan. Di Dufan kami menaiki berbagai permainan seperti Ontang-anting, Hysteria, Kora-kora, Halilintar dan lain-lain. Setelah itu kami melanjutkan menuju Bandung Jawa Bara. Dari dufan pukul 16.30 WIB sampai di Bandung sekitar pukul 21.00 WIB, kami langsung menuju daerah Cibaduyut yang terkenal dengan Industri Sepatu. Disitu kami berbelanja pakaian, sepatu, sandal dan lain lain karena harganya terjangkau.
Karena waktu sudah malam kami melanjutkan perjalanan arah banyumas untuk kembali ke Sekolah melalui Malangbong sekitar pukul 02.00 WIB kami membeli oleh oleh khas Garut seperti Dodol dan Peuyeum. Tidak terasa jam 5 pagi bus berhenti di Cimanggu untuk menunaikan sholat subuh. Kamis pagi sekitar pukul 7 kami sudah tiba di Stercinta di Smp. Dan saya bersyukur dapat kembali dengan selamat.


Contoh Cerita Fabel







Kerakusan si Coco
 
      Dahulu hiduplah sekelompok kucing yang hidup rukun dan damai. Sekelompok kucing tersebut ialah kucing putih, kucing hitam dan kucing belang. Awalnya mereka hanya memiliki tiga kelompok yaitu Popo, Tatam dan Bebe.
     Suatu hari, ada seekor kucing cokelat datang dan ingin masuk dalam kelompok  Popo, Tatam dan Bebe. Coco pun menemui mereka, “Hai teman, aku Coco. Aku ingin masuk dalam kelompokmu. Boleh tidak ?” tanya Coco. “Hai Coco, Tentu saja boleh.”Jawab Popo, Tatam dan Bebe serempak.
     Keesokan harinya, mereka berkumpul di sebuah tempat. Tetapi, Coco datang terlambat.  “Maaf teman,  aku datang terlambat.” Katanya sambil terengah-engah. “Kenapa kamu terlambat Coco?” tanya Popo. “Tadi, aku salah tempat.” Jawab Coco. “Oh, kalau begitu kami memaafkanmu.” Kata Popo.
    Setelah itu, mereka mulai lapar. Kemudian, mereka mencari makan bersama-sama. Dan pada akhirnya, mereka menemukan tempat dan disitu banyak ikan. Coco yang melihat ikan terlebih dahulu langsung menghamiri dan memakan ikan itu sendiri tanpa mempedulikan temanya. Popo, Tatam dan Bebe yang melihat kerakusan Coco pun mulai tidak suka dengan tingkahnya yang rakus.
     Lalu, Coco memakan ikan. Dia pun bertanya kepada Popo, Tatam dan Bebe dengan terbahak-bahak. “Ha..ha..ha.. kalian semua hanya memakan satu ikan saja, kalau aku memakan dua ikan. Oh.. kenyangnya.” Mereka pun memandang sinis Coco. Dan tiba-tiba, Tatam mendekati Coco.”Hey Coco, di sini kita harus berbagi. Tidak sepertimu yang rakus.” Kata Tatam sambil marah-marah.
     Coco pun terdiam. Sementara Popo, Tatam dan Bebe pergi meninggalkan Coco sendirian. Setelah mereka pergi berlari, dan menyusul Popo, Tatam dan Bebe. Tetapi, ketika si Cocosedang menyusul Popo, Tatam dan Bebe. IA kehilangan jejakn. Si Coco pun merasa bersalah kepada mereka. Lalu, ia mencari Popo, Tatam dan Bebe. Setelah satu jam lamanya Coco tidak menemukan mereka. Karena dia lelah, dia pun duduk dan menangis di tempat itu.
   Bebe yang mendengar sebuah tangisan pun mulai menemui seekor kucing cokelat itu. Setelah ia melihat wajahnya, ternyata kucing cokelat itu adalah Coco. Bebe mendekati Coco.”Hey Coco.” Sapa Bebe yang agak ragu. “Bebe, aku minta maaf karena tadi aku telah rakus kepadamu dan teman-temanmu.” Jawab Coco merasa bersalah.
    Tiba-tiba, datanglah Popo dan Tatam.”Bebe, sedang kamu di sini?” tanya Popo dan Tatam.”Aku tadi menemui Coco di sini.” Jawab si Bebe.”Teman-teman aku minta maaf karen kerakusanku tadi pagi. Aku janji tidak akan rakus lagi.” Kata si Coco sambil menangis.”Iya Coco, kami semua memaafkanmu.” Jawab Popo, Tatam dan Bebe sambil tersenyum.
     Akhirnya mereka hidup rukun dan damai kembali. Dan saat itu Coco tidak rakus lagi kepada teman-temannya dan mereka saling berbagi dalam hal apapun.